Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kapercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan keyakinan atau pengakuan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain, kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu tidak percaya.
Kekeliruan adalah bukan obyek etika dank arena kekeliruan orang tidak dianggap buruk, lain halnya berdusta atau bihing adalah tindakan yang etis yang buruk. Jelas kebenaran atau tindakan itu timbul dari manusia.
Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatkannya kepercayaan itu dapat
dibedakan
1.Kepercayaan pada diri sendiri.
2.Kepercayaan kepada orang lain
3.Kepercayaan kepada pemerintahan
4.Kepercayaan kepada Tuhan
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/30390466/Manusia-Kegelisahan-Dan-Harapan
Open the eyes | Wake up | Go ahead and Do it || Trust in God || Information System | ®Gunadarma University || Skype : roy.hanfry
Selasa, 12 April 2011
MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati.putus harapan berarti putus asa. Harapan artinya keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunyai harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia. Manusia yang tidak mempunyai harapan berarti tidak dapat diharapkan lagi.
Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berkata, berpikir, bercinta, mempunyai keturunan, dan sebagainya.
Kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah pangan, sandang, dan papan.sedangkan kebutuhan rohani ialah meliputi kebahagian, kesejahteraan, kepuasan hiburan dan sebagainya.
Dalam mencukupi kebutuhan itu, baik kebutuhan kodrat maupun kebutuhan hidup
manusia tak dapat mencapai sendiri, melainkan harus dengan bantuan orang lain.
Berdasarkan dorongan kebutuhan kodrat dan kebutuhan hidup itu, maka orang mengharapkan agar kebutuhan hidup itu terpenuhi.sehubungan dengan kebutuhan- kebutuhan manusia itu, Abraham maslow mengatagorikan kebutuhan manusia menjadi lama macam. Lima kebutuhan itu merupakan lima harapan manusia.lima macam harapan itu ialah:
1) harapan untuk memperoleh kelangsunmgan hidup(survival).
2) harapan untuk memperoleh keamanan(safety).
3) harapan untuk memperoleh hak dan kewajiban untuk mencintai dan di
cintai(boliving and love).
4) harapan memperoleh status atau untuk diterima atau di akui lingkungan.
5) harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita(self actualization).
Khusus mengenai kebutuhan individu dapat dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut :
1.Kebutuhan organic individu:
a.Kebutuhan organik individu bernilai positif:
a.Makan dan minum
b.Istirahat dan tidur
c.Sex
d.Keseimbangan suhu
e.Buang hajat
f.Bernafas
b.Kebutuhan organic individu bernilai negative:
a.Makan dan minum tidak lezat
b.Istirahat dan tudur terganggu
c.Kegagalan sex
d.Ketidak seimbangan suhu
e.Kesulitan buang hajat
f.Bernafas sesak
2.Kebutuhan psikologi individu:
a. Kebutuhan Psikologi individu bernilai positif :
b.Pengendoran ketegangan dan bersantai
c.Kemesraan dan bercinta
d.Kepuasan altruistic:kesempatan berbuat baik
e.Kepuasan ego
f.Kehormatan
g.Kepuasan dan kebanggaan mencxapai tujuan
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/30390466/Manusia-Kegelisahan-Dan-Harapan
Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berkata, berpikir, bercinta, mempunyai keturunan, dan sebagainya.
Kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah pangan, sandang, dan papan.sedangkan kebutuhan rohani ialah meliputi kebahagian, kesejahteraan, kepuasan hiburan dan sebagainya.
Dalam mencukupi kebutuhan itu, baik kebutuhan kodrat maupun kebutuhan hidup
manusia tak dapat mencapai sendiri, melainkan harus dengan bantuan orang lain.
Berdasarkan dorongan kebutuhan kodrat dan kebutuhan hidup itu, maka orang mengharapkan agar kebutuhan hidup itu terpenuhi.sehubungan dengan kebutuhan- kebutuhan manusia itu, Abraham maslow mengatagorikan kebutuhan manusia menjadi lama macam. Lima kebutuhan itu merupakan lima harapan manusia.lima macam harapan itu ialah:
1) harapan untuk memperoleh kelangsunmgan hidup(survival).
2) harapan untuk memperoleh keamanan(safety).
3) harapan untuk memperoleh hak dan kewajiban untuk mencintai dan di
cintai(boliving and love).
4) harapan memperoleh status atau untuk diterima atau di akui lingkungan.
5) harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita(self actualization).
Khusus mengenai kebutuhan individu dapat dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut :
1.Kebutuhan organic individu:
a.Kebutuhan organik individu bernilai positif:
a.Makan dan minum
b.Istirahat dan tidur
c.Sex
d.Keseimbangan suhu
e.Buang hajat
f.Bernafas
b.Kebutuhan organic individu bernilai negative:
a.Makan dan minum tidak lezat
b.Istirahat dan tudur terganggu
c.Kegagalan sex
d.Ketidak seimbangan suhu
e.Kesulitan buang hajat
f.Bernafas sesak
2.Kebutuhan psikologi individu:
a. Kebutuhan Psikologi individu bernilai positif :
b.Pengendoran ketegangan dan bersantai
c.Kemesraan dan bercinta
d.Kepuasan altruistic:kesempatan berbuat baik
e.Kepuasan ego
f.Kehormatan
g.Kepuasan dan kebanggaan mencxapai tujuan
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/30390466/Manusia-Kegelisahan-Dan-Harapan
Pandangan hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menems, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan –yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang bisa berbeda bisa juga sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
a.Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b.Pandangan hidup ideologi merupakan pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma
negara tersebut.
c.Pandangan hidup hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di atas saling berkaitan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
b. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
c. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
d.Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan
hidupnya.
e. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Di sinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Sebagai tambahan, apabila pandangan hidup tesebut diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup tersebut akan menjadi ideologi. Dan jika itu berkembang lagi, hingga lingkup kerakyatan atau negara maka disebut ideologi negara.
1. Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
2. Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikanatau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat
c. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
b.Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
c.Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.
3. Usaha atau Perjuangan
Usahaatau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya.
4. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinanatau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing. Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan manusia adalah memikirkan, merancang, atau menentukan langkah- langkah berpandangan hidup yang baik.
sumber :
http://b4d4i.ngeblogs.info/2010/11/15/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/pengertian-pandangan-hidup.html
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menems, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan –yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang bisa berbeda bisa juga sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
a.Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b.Pandangan hidup ideologi merupakan pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma
negara tersebut.
c.Pandangan hidup hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di atas saling berkaitan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
b. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
c. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
d.Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan
hidupnya.
e. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Di sinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Sebagai tambahan, apabila pandangan hidup tesebut diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup tersebut akan menjadi ideologi. Dan jika itu berkembang lagi, hingga lingkup kerakyatan atau negara maka disebut ideologi negara.
1. Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
2. Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikanatau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat
c. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
b.Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
c.Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.
3. Usaha atau Perjuangan
Usahaatau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya.
4. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinanatau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing. Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan manusia adalah memikirkan, merancang, atau menentukan langkah- langkah berpandangan hidup yang baik.
sumber :
http://b4d4i.ngeblogs.info/2010/11/15/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/pengertian-pandangan-hidup.html
Sabtu, 02 April 2011
"Keindahan"
Kata keindahan berasal dari kata indah, menurut The Liang Gie dalam bukunya “ Garis besar Estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “Beau”, sedangkan Italia dan Spanyol “Bello” berasal dari kata Latin “bellum”. Akar katanya adalah “Bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “ Bonellum” dan terakhir di perpendek sehingga di tulis “bellum”
Indah sama artinya dengan keren, menarik,bagus, elok, cantik dan lain-lain. Keindahan memiliki pengertian yang luas, menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebuah benda yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful(benda atau hal yang indah). Dalam n pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang di campuradukan. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a. Keindahan dalam arti yang luas
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamny tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenagkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengrtian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music).
Salah satu jawaban mencari cirri-ciri umum yang ada pada semua benda yang di anggap indah dan kemudian menyamakan cirri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan.jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis , warna, bentuk, nada dan kata-kata.
daftar pustaka : -http://gunadarma.ac.id
Indah sama artinya dengan keren, menarik,bagus, elok, cantik dan lain-lain. Keindahan memiliki pengertian yang luas, menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebuah benda yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful(benda atau hal yang indah). Dalam n pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang di campuradukan. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a. Keindahan dalam arti yang luas
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamny tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenagkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengrtian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music).
Salah satu jawaban mencari cirri-ciri umum yang ada pada semua benda yang di anggap indah dan kemudian menyamakan cirri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan.jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis , warna, bentuk, nada dan kata-kata.
daftar pustaka : -http://gunadarma.ac.id
Senin, 21 Februari 2011
Budaya hidup yang positif memiliki nilai yang dapat mempengaruhi yang lainnya
Budaya merupakan salah satu bagian penting yang memiliki peranan dalam kehidupan manusia, karena, dengan budaya seseorang,suatu kelompok,suatu daerah atau bahkan suatu Negara dapat dikenal ,
Budaya yang dimiliki suatu kelompok,daerah,dan suatu Negara juga dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang bagi suatu kelompok/daerah/dan atau suatu negara lainnya. Oleh karena itu suatu budaya alangkah baiknya memiliki nilai-nilai positif yang baik agar dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang bagi yang lainnya .
Uummm…. Atau tidak perlu jauh-jauhlah sampai ke negara lain untuk kita dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang dengan kata lain “menjadi Teladan” bagi mereka, yaitu mulailah dari diri kita sendiri bagi lingkungan sekitar kita, bagaimana caranya Roy..?? uumm…. yaitu mulailah dengan BUDAYA Hidup Sehat, contohnya Roy seperti apa …?? Kita selalu membuang sampah pada tempatnya, naahhh.... itu merupakan salah satu tindakan kita untuk mewujudkan Budaya/cara/kebiasaan hidup yang mengandung nilai positif yang akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita.
Salah satu budaya yang di terapakan di kampus saya(Universitas Gunadarma) adalah Budaya Hidup Sehat, yaitu penghijauan kampus dengan adanya penanaman pohon-pohon dan sebagainya, dan juga menurut saya salah satu tindakan Universitas Gunadarma agar terwujudnya Budaya Hidup Sehat di lingkungan kampus saya adalah dengan menaruh tong-tong sampah di beberapa tempat di sektiar kampus Gunadarma.
jadi,sangat penting untuk memiliki budaya hidup yang positif, mulailah dari diri kita sendriri..
Budaya yang dimiliki suatu kelompok,daerah,dan suatu Negara juga dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang bagi suatu kelompok/daerah/dan atau suatu negara lainnya. Oleh karena itu suatu budaya alangkah baiknya memiliki nilai-nilai positif yang baik agar dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang bagi yang lainnya .
Uummm…. Atau tidak perlu jauh-jauhlah sampai ke negara lain untuk kita dapat menjadi suatu tolak ukur atau sudut pandang dengan kata lain “menjadi Teladan” bagi mereka, yaitu mulailah dari diri kita sendiri bagi lingkungan sekitar kita, bagaimana caranya Roy..?? uumm…. yaitu mulailah dengan BUDAYA Hidup Sehat, contohnya Roy seperti apa …?? Kita selalu membuang sampah pada tempatnya, naahhh.... itu merupakan salah satu tindakan kita untuk mewujudkan Budaya/cara/kebiasaan hidup yang mengandung nilai positif yang akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita.
Salah satu budaya yang di terapakan di kampus saya(Universitas Gunadarma) adalah Budaya Hidup Sehat, yaitu penghijauan kampus dengan adanya penanaman pohon-pohon dan sebagainya, dan juga menurut saya salah satu tindakan Universitas Gunadarma agar terwujudnya Budaya Hidup Sehat di lingkungan kampus saya adalah dengan menaruh tong-tong sampah di beberapa tempat di sektiar kampus Gunadarma.
jadi,sangat penting untuk memiliki budaya hidup yang positif, mulailah dari diri kita sendriri..
Rabu, 16 Februari 2011
Budaya
Kehidupan manusia tak pernah lepas dari budaya, karena budaya itu sendiri datangnya dari manusia, budaya itu sendiri sama artinya dengan kebiasaan hidup/ gaya hidup seseorang atau suatu kelompok tertentu. cotohnnya orang manado , orang manado kalau nikah pasti nikahnya kebanyakan sama orang manado juga, begitupun juga dari daerah-daerah lain yang ada di Indonesia, tentu mereka memiliki cara/kebiasaan hidup yang bebeda atau contoh lain lagi, setiap pagi anak SD kesekolah dengan beseragam putih merah, hal ini juga menurut saya menunjukan suatu budaya atau kebiasaan/cara hidup, yaitu kesekolah setiap pagi hari, dan selalu mengenakan seragam putih merah, itu dapat di sebut juga suatu budaya,
Namun karena terus berkembangnya zaman yang semakin modern maka budaya pun turut berkembang contoh nya : kalau dulu anak sekolah yang ada di Indonesia seragamnya hanya putih merah/ putih biru/putih abu-abu, batik (yang menggambarkan cirri khas dari daerah tertentu) , dan cokelat (seragam pramuka), tapi sekarang seperti yang sering kita lihat seragam-seragam anak sekolah telah banyak yang berubah dengan kata lain lebih modern…
Contoh penutup : uumm… tidak jarang kita melihat anak muda zaman sekarang kalau pakai celana jeans kebanyakan celana botol (pensil), dan tidak jarang juga kita melihat anak muda zaman sekarang selalu menggonta-ganti handphonenya, hal tersebut merupakan sesuatu yang membudaya dalam kehidupan anak muda zaman sekarang
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. ( Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas .
Jadi dapat kita simpulkan bahwa budaya atau kebiasaan/gaya/cara hidup seseorang atau suatu kelompok tertentu di pengaruhi juga oleh situasi dan kondisi zamannya pada saat itu, jadi dengan kata lain budaya itu sendiri dapat berubah dan berkembang juga.
Namun karena terus berkembangnya zaman yang semakin modern maka budaya pun turut berkembang contoh nya : kalau dulu anak sekolah yang ada di Indonesia seragamnya hanya putih merah/ putih biru/putih abu-abu, batik (yang menggambarkan cirri khas dari daerah tertentu) , dan cokelat (seragam pramuka), tapi sekarang seperti yang sering kita lihat seragam-seragam anak sekolah telah banyak yang berubah dengan kata lain lebih modern…
Contoh penutup : uumm… tidak jarang kita melihat anak muda zaman sekarang kalau pakai celana jeans kebanyakan celana botol (pensil), dan tidak jarang juga kita melihat anak muda zaman sekarang selalu menggonta-ganti handphonenya, hal tersebut merupakan sesuatu yang membudaya dalam kehidupan anak muda zaman sekarang
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. ( Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas .
Jadi dapat kita simpulkan bahwa budaya atau kebiasaan/gaya/cara hidup seseorang atau suatu kelompok tertentu di pengaruhi juga oleh situasi dan kondisi zamannya pada saat itu, jadi dengan kata lain budaya itu sendiri dapat berubah dan berkembang juga.
Rabu, 12 Januari 2011
Pengtingnya Bahasa Inggris di Era Globalisasi
Kita tahu bahwa Bahasa inggris awalnya hanya di pakai di Negara-negara tertentu saja karena bahasa tersebut merupakan bahasa mereka, namun dengan terus berjalannya waktu dan semakin majunya zaman dengan berkembangnya tehknologi mengharuskan setiap individu untuk dapat memahami bahasa inggris agar dapat menguasai tehknologi yang sebagian besar menggunakan bahasa inggris,
Di Indonesia sendiri bahasa inggris bukan hanya di terapkan di sekolah – sekolah tingkat lanjutan dan di perguruan tinggi bahkan tetapi bahasa inggris inipun telah di terapkan di sekolah-sekolah dasar (SD) dan di Taman kanak-kanak atau yang lebih di kenal dengan singkatan TK inipun juga telah di terapkan berbahasa inggris.
Bahasa inggris di zaman skarang ini bukan lagi menjadi suatu hal yang asing di mata masyarakat khususnya masyarakat Indonesia, karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang banyak di datangi turis mancanegara oleh karena Indonesia sendiri memiliki keindahan alam dan tempat-tempat wisata yang mungkin tidak di temukan di Negara-negara lain maka hal itu membuat setiap masyarakat Indonesia terdorong untuk dapat berbahasa inggris.
Di Indonesia sendiri bahasa inggris bukan hanya di terapkan di sekolah – sekolah tingkat lanjutan dan di perguruan tinggi bahkan tetapi bahasa inggris inipun telah di terapkan di sekolah-sekolah dasar (SD) dan di Taman kanak-kanak atau yang lebih di kenal dengan singkatan TK inipun juga telah di terapkan berbahasa inggris.
Bahasa inggris di zaman skarang ini bukan lagi menjadi suatu hal yang asing di mata masyarakat khususnya masyarakat Indonesia, karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang banyak di datangi turis mancanegara oleh karena Indonesia sendiri memiliki keindahan alam dan tempat-tempat wisata yang mungkin tidak di temukan di Negara-negara lain maka hal itu membuat setiap masyarakat Indonesia terdorong untuk dapat berbahasa inggris.
Langganan:
Postingan (Atom)